Menjaga pola hidrasi saat puasa sering dianggap sepele, padahal ini sangat penting untuk menjaga energi tubuh sepanjang hari. Tanpa asupan cairan selama lebih dari 12 jam, tubuh berisiko mengalami dehidrasi yang bisa menyebabkan lemas, sakit kepala, hingga sulit berkonsentrasi.
Karena itu, penting untuk mengatur pola hidrasi yang tepat saat puasa agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi meskipun waktu minum terbatas.
Salah satu cara yang paling sering disarankan adalah metode 2-4-2. Artinya, kamu minum dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas lagi saat sahur. Pola ini membantu tubuh menyerap air secara bertahap sehingga tidak terasa terlalu penuh sekaligus.
Saat berbuka, sebaiknya mulai dengan air putih terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan berat. Ini membantu tubuh yang sudah lama tidak mendapat cairan untuk kembali terhidrasi dengan baik. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan dengan makanan yang mengandung air seperti buah atau sup.
Di malam hari, jangan lupa tetap minum air meskipun tidak merasa haus. Banyak orang justru kekurangan cairan karena lupa minum setelah berbuka hingga menjelang tidur.
Sedangkan saat sahur, pastikan tubuh mendapatkan cukup air agar tidak cepat merasa lemas di siang hari. Menghindari minuman berkafein juga bisa membantu tubuh menahan cairan lebih lama.
Agar pola minum lebih teratur, kamu bisa menggunakan tumbler yang praktis untuk mengukur kebutuhan air harian. Tumbler Quppa bisa jadi pilihan yang membantu kamu tetap ingat minum air secara bertahap dari berbuka hingga sahur.
Dengan pola hidrasi yang tepat saat puasa dan tumbler yang selalu siap menemani, tubuh bisa tetap segar, fokus, dan kuat menjalani aktivitas selama Ramadan.





