Tumbler jadi pilihan banyak orang buat bawa air mineral ke mana-mana. Tapi, kamu pernah mikir nggak, mana yang lebih baik antara tumbler stainless dan plastik? Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung kebutuhan dan gaya hidup kamu. Yuk, bahas satu-satu!
Tumbler Stainless
Tumbler stainless steel terkenal kuat dan awet. Bahannya nggak mudah retak, nggak nyerap bau, dan bisa menjaga suhu air lebih lama, baik itu air dingin maupun panas. Selain itu, stainless yang food grade juga aman karena nggak mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa larut ke air. Kalau kamu tipe orang yang sering bepergian atau suka bawa tumbler seharian, stainless jelas pilihan yang tepat.
Namun, kekurangannya ada di harga dan bobot. Tumbler stainless biasanya lebih mahal dan agak berat dibanding plastik. Tapi kalau kamu mikir jangka panjang, investasi ini justru worth it banget.
Tumbler Plastik
Kalau kamu butuh sesuatu yang ringan dan gampang dibawa, tumbler plastik bisa jadi pilihan. Harganya juga lebih terjangkau dan banyak pilihan desain lucu. Tapi, kamu harus hati-hati soal kualitas. Pilih tumbler plastik yang bebas BPA (BPA-free) supaya aman buat air mineral, dan hindari menuang air panas ke dalamnya karena bisa bikin plastik cepat rusak atau melepaskan zat kimia. Selain itu, tumbler plastik juga cenderung menyerap bau dan warna dari minuman, jadi pastikan kamu rajin mencucinya.
Jadi, Pilih yang Mana?
Kalau kamu pengin tumbler yang awet, higienis, dan bisa menjaga suhu air, stainless lebih unggul. Tapi kalau kamu cari yang ringan, murah, dan nggak ribet, plastik juga oke asal kualitasnya bagus. Intinya, sesuaikan aja dengan kebutuhan dan aktivitas kamu sehari-hari. Yang paling penting, pastikan tumbler kamu selalu bersih biar air mineral tetap aman dan segar diminum kapan pun.





